Berat piton itu sama menakjubkannya dengan panjangnya yaitu 96,5 kilogram, kira-kira seberat panda raksasa dewasa. Ia belum lama makan, yang berarti beratnya bisa dengan mudah melampaui 100 kilogram setelah makan besar.

Purwanto membangun tempat perlindungan sederhana untuk ular besar di lahannya. Tempat ini menawarkan suaka bagi piton yang berisiko konflik dengan manusia, sehingga mengurangi bahaya baik bagi penduduk maupun ularnya sendiri.

Piton besar seperti Ibu Baron sering ditakuti sebagai ancaman bagi ternak dan manusia. Bahkan cukup banyak terjadi korban jiwa yang diakibatkan ular semacam itu.

Penduduk setempat biasanya langsung membunuh ular besar saat melihatnya, dan memburu mereka untuk dijadikan daging buruan adalah lumrah.

Nugraha percaya bahwa peningkatan penampakan ular ini terkait menyusutnya hutan dan menurunnya populasi mangsa piton (seperti babi rusa dan anoa), yang sering kali akibat dari perburuan liar.

"Kemunculan meningkat karena habitat menyusut dan ketersediaan makanan alami mereka berkurang, yang berarti piton lebih sering bersinggungan dengan manusia dibandingkan di masa lalu," jelas Nugraha. Perdagangan hewan eksotis ilegal juga memberikan ancaman mengkhawatirkan.

Piton jaring mendominasi rekor sebagai spesies ular hidup terpanjang di dunia. Sebagian besar ular dewasa tumbuh antara 3 hingga 6 meter, di mana ukuran terbesar umumnya didominasi betina. Hanya anaconda hijau Amerika Selatan yang dapat mengunggulinya dalam massa tubuh.