Anaconda betina beratnya bisa 30 hingga 70 kilogram, namun spesimen raksasa bisa hingga 300 kilogram. Karenanya, Guinness mengakui anaconda hijau sebagai ular terberat, meskipun jarang yang sepanjang piton jaring.
Sebelum Ibu Baron didokumentasikan, rekor piton jaring liar terpanjang yang diukur ilmiah dipegang seekor betina di Kalimantan Timur Agustus 1999. Ular tersebut diukur sepanjang 6,95 meter dan dilaporkan menelan seekor beruang madu.
Laporan sejarah tentang ular yang lebih panjang sebenarnya banyak bermunculan, tapi bukti fisiknya sulit ditemukan. Sebuah catatan tahun 1912 dari Sulawesi mendeskripsikan seekor piton jaring yang diklaim sepanjang 10 meter.
Penampakan tahun 2016 di Penang, Malaysia, sempat masuk berita dengan perkiraan panjang 7,5 hingga 7,9 meter, namun pengukuran resmi tidak pernah dicatat sebelum ular itu mati.
Ahli percaya ular-ular kolosal yang ditemukan sejauh ini mungkin baru permulaan. "Saya rasa begitu," kata Nugraha ketika ditanya apakah spesimen yang lebih besar dari Ibu Baron mungkin ada.
"Sangat realistis untuk memperkirakan bahwa ular sepanjang 9 meter atau bahkan lebih besar ada di suatu tempat, kemungkinan besar di Indonesia lagi, jika bukan anaconda di Amazon," sebutnya.
Nugraha, Frentiu, dan Purwanto berharap kisah ini akan meningkatkan kesadaran publik mengenai ancaman yang dihadapi ular raksasa dan mendorong peningkatan perlindungan hukum, pelestarian habitat, dan pendidikan.