"Dengan data center yang kuat tentu aplikasi di sektor manufacturing, logistik, healthcare, government, dan mining ini juga bisa menggunakan AI ke depan. Dan Indonesia diharapkan bisa mendorong dan menggunakan AI ini sebagai pendorong fasilitator pembangunan ke depan," pungkas Airlangga.

Berdasarkan catatan NadiKabar, Nvidia telah lama dikabarkan ingin membangun pusat data AI di Batam. Komitmen tersebut awalnya diungkap melalui Firmus Technologies Pty Ltd menggandeng Nvidia Corp dan DayOne asal Singapura untuk membangun pusat data AI pertama mereka di Indonesia. Proyek tersebut akan berlokasi di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Rencana investasi itu diumumkan Firmus Technologies pada akhir Juni lalu sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur AI di kawasan Asia Pasifik. Proyek yang akan dibangun berupa kampus Nvidia DSX AI Factory dengan kapasitas 360 megawatt (MW) dan masa kemitraan selama delapan tahun.