Pusat data tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027. Fasilitas itu diproyeksikan mampu menampung hingga 170 ribu chip akselerator AI Nvidia sepanjang 2027-2028, sehingga menjadi salah satu klaster GPU terbesar yang direncanakan di Asia Tenggara.

Proyek tersebut diperkirakan menghasilkan nilai kesepakatan pembelian (purchase agreements) sebesar US$25 miliar hingga US$30 miliar atau sekitar Rp 448 hingga Rp 557 triliun dalam enam tahun pertama operasionalnya.

"Kehadiran Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam menegaskan bahwa kawasan ini siap bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala global. Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia," kata Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam keterangannya.