NADIKABAR.COM — Tren mengonsumsi mentega (butter) dan margarin secara langsung dalam jumlah besar ramai di media sosial seperti TikTok. Ahli kesehatan mengimbau agar masyarakat tidak asal ikut-ikutan tren tanpa memahami risikonya.

Tren ini awalnya berkembang seiring dengan populernya carnivore diet (diet karnivora), yakni mengonsumsi produk hewani murni untuk menekan karbohidrat hingga 0%. Di Indonesia sendiri, aksi mukbang atau makan mentega/margarin langsung juga kerap dilakukan oleh sejumlah influencer lokal.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Sri Anna Marliyati, mentega dan margarin merupakan sumber lemak yang padat energi, sehingga keduanya bukan termasuk pangan yang perlu dikonsumsi secara langsung dalam jumlah banyak.

"Margarin merupakan sumber lemak yang sangat padat energi. Satu gram lemak menghasilkan sekitar 9 Kkal, sehingga konsumsi langsung dalam jumlah banyak dapat dengan cepat meningkatkan asupan energi," jelasnya seperti dikutip dari situs IPB University.

Meski demikian, ia menjelaskan, margarin tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai pangan yang buruk. Hal yang perlu diperhatikan adalah komposisi asam lemak, jumlah konsumsi, serta pola makan secara keseluruhan.