Margarin lunak, terutama yang dibuat dari minyak nabati, umumnya memiliki proporsi lemak tak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan mentega yang mengandung lebih banyak lemak jenuh. Namun, kandungan asam lemak trans tetap perlu menjadi perhatian dalam memilih produk.
Karena itu, Prof Anna menyarankan margarin digunakan secukupnya, misalnya sebagai olesan roti atau untuk menumis. Penggunaan margarin dalam jumlah berlebihan pada makanan seperti martabak manis juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan asupan lemak dan energi.
Selain itu, konsumsi mentega dalam jumlah besar sekaligus dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Kandungan lemak yang tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga seseorang merasa sangat kenyang, begah, mual, atau mengalami gangguan pencernaan tertentu.
"Makanan yang sangat berlemak juga merangsang kontraksi kandung empedu. Pada orang yang memiliki batu empedu atau gangguan kandung empedu, konsumsi makanan berlemak dapat memicu nyeri atau ketidaknyamanan pada perut," tambahnya.
Selain efek jangka pendek, konsumsi makanan berlemak juga dapat meningkatkan sementara kadar lemak darah (trigliserida) saat setelah makan-kondisi yang dikenal sebagai postprandial lipemia.