NADIKABAR.COM — Balai Kota bukan sekadar tempat para pejabat menempati ruang kerja dan menandatangani dokumen. Di sanalah arah kebijakan diterjemahkan menjadi jalan yang terawat, sekolah yang berfungsi, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, bantuan sosial yang tepat sasaran, hingga persoalan warga yang benar-benar selesai.

Karena itu, kabar bahwa 13 kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya berganti dalam setahun terakhir layak dibaca lebih dalam daripada sekadar urusan siapa menduduki kursi apa.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan pada 7 Oktober bahwa pergantian tersebut berkaitan dengan evaluasi kinerja dan pencapaian target output serta outcome yang telah dijanjikan para kepala perangkat daerah.

Angka 13 sekaligus menunjukkan bahwa birokrasi Surabaya sedang bergerak cukup cepat. Namun, angka itu tidak serta-merta dapat diterjemahkan sebagai 13 pejabat yang gagal.