Dua bulan kemudian, 78 pejabat kembali dilantik, termasuk tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama. Sejumlah kepala perangkat daerah kembali bergeser sesuai kebutuhan organisasi.

Pemkot menyebut rotasi itu sebagai bagian dari percepatan kinerja dan kesinambungan kepemimpinan, termasuk untuk menghadapi sejumlah pejabat yang mendekati masa purnabakti.

Maka persoalan sesungguhnya bukan terletak pada sering atau jarangnya pejabat berganti. Persoalannya adalah apakah setiap pergantian membuat organisasi semakin mampu bekerja untuk warga.