Iwan mengatakan, Pos Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh kewajiban keuangan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Pos Indonesia juga tengah mempersiapkan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (RUPSI) pada November 2026 sebagai bagian dari proses restrukturisasi kewajiban keuangan.
"Perseroan meyakini bahwa keberhasilan restrukturisasi keuangan perlu berjalan seiring dengan transformasi bisnis dan operasional, sehingga langkah pemulihan tidak hanya ditujukan untuk mengatasi tekanan likuiditas jangka pendek, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang," jelas Iwan.
Iwan menambahkan, Pos Indonesia memastikan operasional pengiriman surat dan paket, logistik, jasa keuangan, dan layanan terkait program pemerintah tetap berjalan. Pos Indonesia juga terus melakukan perbaikan kualitas pelayanan dan penguatan hubungan dengan pelanggan serta mitra usaha.
"PosIND berkomitmen menjalankan seluruh proses restrukturisasi dan transformasi secara transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Setiap perkembangan material akan disampaikan melalui kanal resmi Perseroan sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," pungkasnya.