Dari 133 lele yang diselamatkan dari jaring sejak tahun 1999, lebih dari 83% berhasil bertahan hidup dan dikembalikan ke perairan alami. Program ini juga mendukung penelitian ilmiah. Pakar memasang alat pelacak akustik pada spesimen-spesimen terpilih untuk memetakan rute migrasi.
Lele raksasa Mekong adalah spesies air tawar besar yang habitat aslinya di sistem Tonle Sap dan Sungai Mekong, yang mampu mencapai panjang 3 meter dan berat hingga 300 kg. Spesies ini menghuni Tonle Sap, bagian hulu Sungai Mekong, serta lubuk-lubuk dalam di sepanjang sungai di Provinsi Kratie dan Stung Treng.
Kamboja melarang pemanenan, penjualan, dan pengangkutan lele raksasa Mekong sejak tahun 1956. Spesies ini diklasifikasikan sebagai Sangat Terancam Punah dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Sementara itu, sebuah studi menemukan bahwa ukuran ikan-ikan raksasa di Sungai Mekong menyusut pada tingkat yang mengkhawatirkan beberapa tahun terakhir akibat penangkapan ikan yang berlebihan. Panjang raksasa-raksasa air tawar terbesar dan paling terancam punah ini, berkurang 40% dalam tujuh tahun.
Lele raksasa Mekong diteliti selama periode yang lebih panjang dan menunjukkan penurunan berat badan sebesar 55% dalam 25 tahun terakhir, merosot dari rata-rata 180 kg menjadi 80 kg.
Salah satu anggota tim studi, ahli biologi Ngor Peng Bun, pernah membantu menangkap lele raksasa tahun 2000 yang beratnya 270 kg, sebelum memasang tag dan melepaskannya. "Ukurannya sangat besar, tak terlupakan," katanya. Ikan itu bahkan hampir membalikkan perahunya. Spesies yang dalam bahasa Khmer dikenal sebagai ikan kerajaan ini, kini hanya bayang-bayang dari masa kejayaannya.