Gagasan tersebut juga tercermin dalam tema Festival Budaya Nasional 2026, 'Indonesia Budaya yang Terus Hidup', yang dinilai selaras dengan konsep living heritage, yaitu warisan budaya yang terus hidup dan berkembang bersama masyarakat pendukungnya.
"Situs budaya tidak lagi dipandang sebagai dead monument, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang terus dihidupkan oleh para pegiat kebudayaan," sambungnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Kebudayaan turut mendorong keterlibatan komunitas melalui Dana Indonesia Raya atau Dana Abadi Kebudayaan yang disalurkan melalui LPDP. Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat pemajuan kebudayaan, termasuk melalui dukungan bagi komunitas, sanggar, dan padepokan berdasarkan mekanisme kompetisi serta seleksi proposal.
"Dana Indonesia Raya atau Dana Abadi Kebudayaan diharapkan menjadi instrumen untuk mempercepat pemajuan kebudayaan, termasuk bagi komunitas, sanggar, dan padepokan melalui mekanisme kompetisi dan seleksi proposal," tutur Fadli.
Fadli juga mengajak masyarakat, khususnya komunitas, sanggar, padepokan, seniman, dan budayawan dari berbagai bidang, untuk terus mencintai dan memajukan kebudayaan Indonesia. Kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan diharapkan dapat memperkuat pembangunan Indonesia yang lebih maju, berbudaya, beradab, dan berdaya saing.
"Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan akar budayanya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa mengapresiasi budayanya. Dan bangsa yang beradab adalah bangsa yang tentu saja bisa melestarikan budaya dan mengembangkan dan terus memanfaatkannya," pungkas Fadli.