Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sekaligus perbaikan margin. Pendapatan BULL tercatat US$128,73 juta, naik 84% dari US$69,95 juta pada semester I-2025.

Laba kotor bahkan meningkat 243% menjadi US$66,05 juta. Alhasil, margin laba kotor perseroan naik menjadi 51,3% dari sebelumnya 27,5%.

Kontributor utama pertumbuhan berasal dari bisnis angkutan kapal. Pendapatan freight meningkat menjadi US$126,32 juta dari US$63,10 juta. Sementara itu, pendapatan dari segmen gas tumbuh menjadi US$6,41 juta dari sebelumnya US$0,36 juta.

BULL juga tengah memperkuat bisnis LNG dengan menambah armada. Untuk mendukung rencana ekspansi tersebut, perseroan juga sedang menjajaki opsi rights issue.

RATU berencana menerbitkan saham baru melalui private placement maksimal 271,51 juta saham. Jumlah tersebut setara 10% dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Harga pelaksanaan akan ditetapkan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham RATU selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler.

Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp 6.000 per saham, RATU berpotensi memperoleh dana sekitar Rp 1,63 triliun dari aksi tersebut.

Dana hasil private placement akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja serta pengembangan kegiatan usaha perseroan dan grup. Penggunaannya dapat mencakup pembelian aset, pembelian saham, dan/atau pemberian pinjaman.

Bagi pemegang saham lama, aksi ini berpotensi menyebabkan dilusi maksimal 9,09%.

Rencana private placement tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham independen melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 8 September. Jika memperoleh persetujuan, pelaksanaan PMTHMETD dapat dilakukan paling lama dua tahun sejak tanggal RUPSLB.

TINS - Buy 4390-4420 | TP 4500-4570 | SL 4120