Maret tahun ini, Chen jadi salah satu dari tiga penulis yang berkontribusi sama besar dalam makalah penelitian berjudul Attention Residuals, bersama peneliti senior Su Jianlin dan Zhang Yu. Karya mereka memperkenalkan teknik meningkatkan cara model AI memproses informasi, yang lalu diterapkan ke Kimi K3 milik Moonshot dan menarik perhatian internasional.
Meski mendapat pengakuan, Chen yang lulus dari SMA bulan Juni, menolak disebut jenius. Dalam wawancara dengan China Newsweek, ia mengimbau orang-orang tidak mengidolakannya, serta menekankan penelitian tersebut adalah hasil kerja tim.
Ia bukan remaja ajaib AI China pertama yang menarik perhatian internasional. Tu Jinhao, mantan pemagang DeepSeek, ikut menulis penelitian tentang model AI R1 yang inovatif dari perusahaan tersebut saat masih SMA di Shanghai. Ia memulai studi sarjana di University of Wisconsin-Madison pada September 2025.
Kepergian Chen dari Moonshot terjadi di tengah persaingan sengit antara perusahaan teknologi China dan AS dalam memperebutkan talenta AI. Rekan kerja di Moonshot, Du Yulun, mengaku menyayangkan keputusan Chen tapi mendukung keinginannya mengeksplorasi peluang baru selagi muda.
Dikutip NadiKabar dari VN Express, Chen belum mengonfirmasi apakah ia akan melanjutkan studi ke jenjang universitas atau terus bekerja di bidang penelitian AI.