NADIKABAR.COM — Remaja genius peneliti AI asal China berusia 17 tahun, yang turut mengembangkan teknologi yang mampu bersaing dengan model-model terkemuka Amerika Serikat, meninggalkan startup Moonshot AI setelah kurang dari setahun.

Nathan Chen mengumumkan di media sosial pada 15 Oktober bahwa ia baru-baru ini meninggalkan perusahaan yang berbasis di Beijing di balik chatbot Kimi tersebut. Ia bergabung dengan Moonshot pada usia 16 tahun saat masih SMA.

Kepergiannya terjadi beberapa bulan setelah Moonshot merilis Kimi K3, AI yang menghebohkan Silicon Valley karena menyaingi sistem terkemuka AS dengan biaya jauh lebih rendah. Selama masa kerja yang singkat, ia berkontribusi pada inovasi utama AI Moonshot, termasuk penelitian yang mengundang pujian Elon Musk dan mantan peneliti OpenAI Andrej Karpathy.

Pengumumannya memicu spekulasi soal langkah selanjutnya, terutama setelah peneliti dari perusahaan AI AS termasuk Anthropic, berminat menemuinya. Di antaranya Sholto Douglas, peneliti Anthropic yang menanyakan apakah Chen masih berencana kuliah di Carnegie Mellon University dan mengundangnya ke San Francisco untuk bertemu dengan peneliti lainnya.

Chen mengonfirmasi di X bahwa ia berencana untuk bepergian ke San Francisco. Ketika netizen bertanya apakah ia akan bergabung dengan Anthropic, ia menjawab tidak, menepis spekulasi tersebut.