"Memang penting membicarakan bagaimana remaja dapat menyalahgunakan alat ini atau bagaimana alat ini berpotensi disalahgunakan. Namun, menurut saya, itu bukan keseluruhan gambaran, karena sebenarnya sembilan dari 10 remaja yang menggunakan ChatGPT menggunakannya untuk belajar," kata Sandy.

Ia mengatakan penggunaan untuk belajar juga tidak hanya terjadi di kalangan anak muda. Orang dewasa pun menggunakan ChatGPT untuk tujuan serupa.Salah satu fitur yang dikembangkan OpenAI untuk mendukung pola tersebut adalah Mode Belajar atau Study Mode. Fitur ini dirancang agar ChatGPT tidak sekadar memberikan jawaban ketika pengguna sedang mempelajari sesuatu.

"Jika mode mengenali bahwa Anda sedang mencoba belajar, ChatGPT tidak akan hanya memberikan jawabannya, tetapi akan membantu memikirkan sebuah pertanyaan atau memahami suatu persoalan," jelas Sandy.

OpenAI juga sedang mengembangkan kemampuan agar model dapat mengenali ketika pengguna sedang menggunakan ChatGPT untuk belajar, sehingga pendekatan tersebut dapat dilakukan secara lebih intuitif.

Selanjutnya: Perlindungan Khusus Remaja

Selain mendorong percakapan di dalam keluarga, OpenAI mengatakan telah membangun sejumlah perlindungan khusus untuk remaja. Sandy mengatakan OpenAI baru meluncurkan ChatGPT untuk Remaja, dengan pengaturan keamanan dan perlindungan yang aktif secara default.

"ChatGPT untuk Remaja adalah versi ChatGPT dengan perlindungan dan pengaturannya aktif secara default," tutur Sandy.

Menurutnya, desain tersebut dibuat agar remaja tetap dapat memperoleh manfaat AI untuk belajar, berlatih keterampilan baru, mengeksplorasi konsep, hingga mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi atau dunia kerja, tetapi dalam pengalaman yang sesuai usia.

OpenAI juga menggunakan prediksi usia untuk memberikan pengalaman yang sesuai. Jika sistem tidak mengetahui usia pengguna atau mendeteksi pengguna berusia di bawah 18 tahun, pengguna akan ditempatkan dalam pengalaman ChatGPT yang lebih sesuai usia dan memiliki perlindungan tambahan.

Dalam pengalaman tersebut, OpenAI mengatakan pendekatan terhadap sejumlah isu dibuat lebih sensitif, termasuk kekerasan dan persoalan citra tubuh.Pendampingan keluarga juga didukung melalui fitur Pengawasan Orang Tua (Parental Controls). Melalui fitur tersebut, orang tua dapat menghubungkan akun mereka dengan akun remaja dan kemudian menetapkan sejumlah aturan.

Misalnya, orang tua dapat membatasi penggunaan fitur seperti pembuatan gambar atau Voice Mode. Namun, pendekatan yang ditekankan OpenAI bukan sekadar memberikan orang tua kemampuan untuk mengawasi anak. Orang tua dapat menggunakan fitur tersebut sebagai bagian dari percakapan bersama remaja untuk menentukan batasan penggunaan AI yang sesuai dengan kondisi keluarga.

"Kami percaya, penting untuk melibatkan orang tua dalam prosesnya, karena orang tua dan keluarga sangat penting untuk memastikan setiap orang mendapatkan panduan yang tepat," ujarnya.

Selain kontrol orang tua, ChatGPT untuk Remaja juga dilengkapi fitur seperti Pengingat Istirahat dan Jam Tenang. Pengingat Istirahat dirancang untuk membantu remaja menyadari ketika mereka telah menggunakan ChatGPT dalam waktu lama.