Sandy memberi contoh, orang tua dapat mengatur pengingat yang memberi tahu remaja bahwa mereka telah menggunakan ChatGPT selama tiga jam dan sebaiknya mengambil waktu untuk beristirahat.
"Ini membantu membangun kebiasaan yang sehat sehingga remaja lebih menyadari bahwa mereka telah menggunakannya dalam waktu yang lama dan dapat lebih bijak dalam penggunaannya," jelas Sandy.
Melengkapi berbagai fitur tersebut, OpenAI memperkenalkan PandAI untuk Keluarga bersama Good Enough Parents, platform edukasi parenting di Indonesia.Panduan tersebut mengajak keluarga membicarakan AI melalui situasi sehari-hari, termasuk mengenai berpikir kritis, privasi, serta kapan remaja perlu mencari dukungan dari orang lain.
PandAI juga dilengkapi Kartu mAIn, yakni kartu percakapan yang dapat digunakan orang tua dan remaja untuk memulai diskusi mengenai penggunaan AI.Head of Policy Southeast Asia OpenAI Sandy Kunvatanagarn mengatakan keluarga tidak harus memilih antara memberikan akses teknologi kepada remaja dan menjaga keamanan mereka.
"AI dapat membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk belajar dan mengeksplorasi hal baru. Di saat yang sama, orang tua tentu ingin tetap merasa yakin bahwa AI digunakan dengan perlindungan dan pendampingan yang tepat," kata Sandy dalam keterangan tertulis.
"Keluarga tidak perlu memilih antara akses terhadap teknologi dan keamanan karena keduanya dapat berjalan beriringan. Karena itu, keterlibatan orang tua tetap penting untuk menciptakan ruang yang terbuka bagi remaja untuk berdiskusi dan menentukan batasan bersama," lanjutnya.
Sementara itu, Parenting Educator sekaligus Co-Founder Good Enough Parents Damar Wahyu Wijayanti mengatakan orang tua tidak harus selalu memiliki semua jawaban mengenai AI.
"Mendampingi remaja di tengah perkembangan AI bukan berarti orang tua harus selalu memiliki semua jawabannya. Hal yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar bersama, mendengarkan bagaimana remaja menggunakan AI, dan membuka ruang bagi mereka untuk bercerita tentang pengalaman tersebut," ujar Damar.
Menurutnya, PandAI dapat menjadi titik awal bagi keluarga untuk membangun kebiasaan tersebut dan menentukan cara menggunakan AI sesuai kebutuhan masing-masing.
Psikolog Klinis dan Keluarga sekaligus Co-Founder Good Enough Parents Pritta Tyas Mangestuti menambahkan perlindungan yang disesuaikan dengan usia dapat melengkapi peran orang tua.
"Teknologi dapat membantu menciptakan ruang yang lebih aman, tetapi keterlibatan orang tua tetap penting agar remaja memiliki tempat untuk bertanya dan mencari dukungan ketika membutuhkannya," kata Pritta.
Dengan semakin rutinnya AI digunakan oleh remaja, tantangannya bukan lagi sekadar apakah anak boleh menggunakan AI atau tidak. Keluarga juga perlu membangun kebiasaan agar teknologi tersebut digunakan secara kritis, aman, dan sesuai kebutuhan.
PandAI untuk Keluarga dapat diakses melalui tautan berikut.