NADIKABAR.COM — Renault Group akan memperketat kebijakan kolaborasi pengembangan kendaraan dengan produsen lain, untuk memastikan setiap model memiliki identitas yang berbeda dengan yang lainnya.
CarsCoops pada Jumat melaporkan bahwa langkah ini diambil setelah karakter manajemen menilai diferensiasi sejumlah mobil hasil kerja sama, termasuk Renault 5 E-Tech dan Nissan Micra EV, belum cukup kuat.
CEO Renault Group, François Provost, menyampaikan perubahan pendekatan tersebut dalam Paris Motor Show 2026.
Ia menegaskan, kerja sama berbagi platform dan teknologi tidak boleh menghilangkan karakter khas setiap merek.
Provost menilai, Renault sebelumnya belum menetapkan persyaratan diferensiasi yang memadai dalam kemitraan pengembangan kendaraan.
“Kami tidak meminta diferensiasi yang cukup. Semuanya terkait dengan diferensiasi,” kata Provost.
Renault 5 E-Tech dan Nissan Micra EV menjadi salah satu contoh yang disorot. Kedua hatchback listrik tersebut menggunakan proporsi, titik tumpu, struktur kabin, dan atap yang sama.
Nissan memang mendesain ulang sebagian besar panel bodi, tetapi kemiripan dasar kedua kendaraan tetap menjadi perhatian Renault.
Provost mencontohkan Dacia Spring dan Renault Twingo E-Tech sebagai gambaran dua model berbasis platform yang sama, tetapi memiliki tampilan berbeda. Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi acuan untuk kemitraan berikutnya.
Persoalan diferensiasi juga berkaitan dengan keputusan perencanaan produk. Penggunaan platform bersama dapat menekan biaya pengembangan, sedangkan perubahan desain eksterior membutuhkan kompromi antara anggaran dan kebebasan tim desain.
Mengganti bumper serta lampu, misalnya, cenderung lebih murah dibandingkan mengubah panel bodi atau struktur kendaraan.
Kebijakan baru ini turut menjadi perhatian dalam kerja sama Renault dengan Ford. Produsen asal Amerika Serikat tersebut tengah menyiapkan penerus Fiesta bertenaga listrik yang menggunakan arsitektur bersama Renault 5 E-Tech dan Nissan Micra.
Provost mengatakan CEO Ford Jim Farley memiliki pandangan serupa bahwa kendaraan hasil kemitraan harus tetap mencerminkan identitas merek masing-masing.
Renault kini lebih memilih kemitraan strategis jangka panjang yang menjamin diferensiasi desain. Pendekatan serupa juga mulai ditekankan Stellantis, yang menghadapi tantangan membedakan model-model berbasis platform dan sistem penggerak yang sama.