"Kami tidak lagi akan banyak memberikan immediate action atau UMA, tetapi dengan teknologi pengawasan yang kami miliki, yang juga teknologi yang sama ini digunakan di banyak bursa lain di dunia, kami bila mendeteksi indikasi awal adanya praktik-praktik manipulasi atau upaya memanipulasi harga di pasar, kami akan mengeluarkan laporan indikasi dimulainya investigasi," ungkap Jeffrey dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Jeffrey menjelaskan, pengumuman tersebut dapat mencakup saham yang sedang diselidiki, periode transaksi yang menjadi perhatian, jumlah pihak yang terlibat, dan anggota bursa yang memfasilitasi transaksi tersebut.

"Kami akan menyampaikan kepada publik bahwa atas saham A untuk periode transaksi tanggal sekian sampai sekian, transaksi yang dilakukan oleh 30 pihak misalnya, dilakukan melalui 5 Anggota Bursa misalnya, sedang dalam investigasi Bursa Efek Indonesia," jelas Jeffrey.