Sikap dan perilakunya menunjukkan bahwa ia terbuka untuk menerima rancangan Allah, termasuk duka dan penderitaan. Kesedihan dipeluknya dalam diam.
Ia tidak mengeluh atau mempertanyakan Allah. Maria menunjukkan kesetiaan imannya.
Ia percaya penuh akan rencana Allah dan tidak pernah lari dari penderitaan apa pun juga. Derita tidak ditolaknya, sebaliknya dirangkulnya dengan kepasrahan total.
Dalam hidup, kita perlu meneladan sikap Maria, yakni menyimpan segalanya dalam hati dan tetap teguh akan penyertaan Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita; rancangan-Nya tidak pernah keliru.
Jawaban "ya" juga pernah diberikan oleh kita semua kepada Tuhan, baik itu umat awam maupun para tertahbis dan kaum religius. "Ya" berarti berjanji setia mengikuti Tuhan, bahkan ketika jalan menjadi sulit, terjal, atau penuh dengan penderitaan.
Ingatlah akan teladan yang diberikan Bunda Maria kepada kita. Saat kita ingin menyerah, berdoalah, "Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami."
Sumber: Buku Inspirasi Pagi (LBI)Oleh: Budi Ingelina
Tuhan Yesus yang penuh kasih,pada hari ini kami mengenangkan dukacita Bunda Maria yang dengan setia mendampingi-Mu dalam setiap perjalanan hidup-Mu, hingga sampai di kaki salib.
Ajarlah kami untuk meneladan iman dan kepasrahan Bunda Maria. Ketika menghadapi kesedihan, kegagalan, kehilangan, dan penderitaan, mampukan kami untuk tetap percaya kepada kehendak dan rencana-Mu.
Tuhan, sering kali kami ingin menghindari penderitaan dan mempertanyakan mengapa Engkau mengizinkan hal-hal sulit terjadi dalam hidup kami. Teguhkanlah hati kami agar mampu menerima setiap keadaan dengan iman, seperti Bunda Maria yang tetap setia meskipun hatinya ditembus oleh pedang dukacita.
Ketika kami merasa lemah dan ingin menyerah, ingatkanlah kami bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Berikanlah kekuatan agar kami tetap setia mengatakan "ya" kepada-Mu, bukan hanya ketika hidup dipenuhi sukacita, tetapi juga ketika kami harus melewati jalan yang penuh tantangan dan air mata.
Santa Maria, Bunda Allah dan Bunda yang Berdukacita,dampingilah kami dalam setiap penderitaan kami.Ajarlah kami menyimpan segala perkara dalam hati,tetap berharap kepada Tuhan, dan percaya bahwa kehendak-Nya selalu membawa kebaikan.
Doakanlah kami agar kami tidak mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan. Bimbinglah kami untuk semakin dekat kepada Putramu dan setia mengikuti-Nya sampai akhir.
Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami.Santa Maria, Bunda yang Berdukacita, doakanlah kami.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.Amin.
Itulah renungan harian Katolik Selasa, 15 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Semoga bermanfaat!