EMUI menyediakan beragam opsi kustomisasi. Versi Asia Pacific juga menawarkan fitur berbasis AI, termasuk AI De-Glare, AI Move, asisten Celia, dan Advanced Translation Toolkit. Aplikasi lokal serta sejumlah aplikasi perbankan dapat diunduh melalui AppGallery.

Namun, perangkat ini tidak memiliki layanan Google resmi. Artinya, pengguna tidak mendapatkan Play Store, Gmail, maupun Google Wallet. Huawei mengandalkan AppGallery, Petal Search, dan Huawei Wallet sebagai alternatif.

Sejumlah pengguna mengandalkan GBox, aplikasi APK yang berjalan berdampingan dengan EMUI untuk membuka akses ke Google Play. Huawei juga menyebut opsi tersebut dalam materi peluncurannya di Indonesia. Meski demikian, solusi ini bukan bagian dari layanan Google resmi dan perlu dipertimbangkan pengguna sebelum membeli.

Saat pengujian dilakukan, harga Huawei Pura 90s Pro Max berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp23 juta, bergantung pada kapasitas penyimpanan 256 GB atau 512 GB. Harga tersebut menempatkannya di segmen flagship premium.

Dari sisi kamera, layar, baterai, speaker, dan layanan purnajual di Indonesia, perangkat ini menawarkan paket yang kuat. Pura 90s Pro Max paling relevan bagi fotografer yang memprioritaskan kualitas foto dan tidak terlalu bergantung pada ekosistem Google.

Perangkat ini juga dapat dipertimbangkan sebagai ponsel kedua bagi pengguna yang ingin memanfaatkan kemampuan kameranya. Sebaliknya, pengguna yang sangat mengandalkan layanan Google, aplikasi perbankan tertentu, atau layanan transportasi daring perlu memastikan kompatibilitas aplikasi sebelum mengambil keputusan.

Pada akhirnya, Huawei Pura 90s Pro Max menunjukkan bahwa Huawei masih memiliki kekuatan besar dalam teknologi kamera. Lensa ttelefoto, dynamic range, dan aperture mekanis menjadi pembeda utamanya. Bagi pengguna yang menjadikan fotografi sebagai prioritas, perangkat ini merupakan pilihan menarik. Bagi pengguna yang sangat tergantung layanan Google, tersedia opsi lain yang lebih praktis.