NADIKABAR.COM — Huawei Pura 90s Pro Max hadir sebagai ponsel yang menempatkan kemampuan kamera sebagai nilai jual utama. Bagi Huawei, fokus pada fotografi bukan hal baru.

Pada 2018, Huawei P20 Pro mencuri perhatian lewat konfigurasi tiga kamera dan 'Night Mode' yang ketika itu menjadi terobosan. Setahun kemudian, P30 Pro memperkenalkan telefoto 5x dan menempati posisi teratas dalam berbagai pengujian kamera pihak ketiga, termasuk DXOMARK. Reputasi itu mendorong Huawei menjadi salah satu rujukan utama dalam fotografi seluler.

Momentum tersebut berubah pada Mei 2019, ketika pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi yang membatasi akses Huawei terhadap layanan Google resmi. Sejak saat itu, perusahaan harus menghadapi keterbatasan chipset serta ekosistem aplikasi yang berbeda. Namun, pengembangan teknologi kamera tetap menjadi salah satu fokus utama Huawei.

Pura 90s Pro Max menjadi kelanjutan dari strategi tersebut. Pertanyaan utamanya bukan hanya apakah kameranya mampu bersaing, tetapi apakah perangkat ini praktis digunakan sebagai ponsel harian di Indonesia?

Ponsel ini dibekali layar OLED 6,9 inci beresolusi 1.308 x 2.880 piksel, baterai 6.000 mAh, serta bobot sekitar 230 gram. Dimensinya besar dan bobotnya cukup terasa, tetapi masih sejalan dengan standar ponsel flagship yang membawa baterai berkapasitas besar.

Huawei Pura 90s Pro Max membawa tiga kamera belakang, terdiri atas kamera utama 50 MP setara 24mm dengan sensor RYYB berukuran 1/1,28 inci dan aperture mekanis variabel f/1.4 hingga f/4.

Kamera telefoto beresolusi 200 MP setara 96 mm menggunakan sensor 1/1,28 inci, aperture f/2.6, stabilisasi optik, zoom optik 4x, serta zoom hybrid 10x atau setara 240 mm. Sementara itu, kamera ultrawide 40 MP memiliki sudut pandang setara 13mm dengan aperture f/2.2.

Susunan tersebut dilengkapi sensor spektral True-to-Colour 2.0 untuk membantu menjaga akurasi warna dan white balance. Salah satu fitur yang paling menonjol adalah aperture mekanis variabel pada kamera utama. Dalam mode Pro, pengguna dapat mengatur bukaan lensa untuk memperoleh ketajaman yang lebih merata, khususnya saat memotret lanskap.

Kamera telefoto 200 MP juga menjadi fitur penting. Huawei mengklaim stabilisasi hingga tujuh stop, yang berpotensi membantu pemotretan pada kondisi cahaya rendah. Namun, perangkat ini masih memiliki sejumlah batasan.

File RAW dibatasi pada resolusi 12,5 MP di seluruh kamera, mode 200 MP memerlukan jeda tiga detik sehingga tidak ideal untuk memotret spontan, dan mode Pro untuk video belum menyediakan perekaman 24 fps maupun Log Gamma. Perekaman slow-motion juga terbatas pada resolusi 1080p.

Dengan demikian, konfigurasi kamera Pura 90s Pro Max lebih kuat untuk fotografi dibandingkan videografi. Keterbatasan tersebut kemungkinan berkaitan dengan kemampuan prosesornya, meski untuk banyak pengguna kemampuan video yang tersedia mungkin sudah memadai.

Dalam pengujian pada berbagai kondisi dan subjek, kualitas foto pada focal length 1x dan zoom optik 4x menjadi kekuatan utama perangkat ini. Kamera ultrawide memberikan hasil yang cukup baik untuk penggunaan umum, meski detailnya berkurang ketika gambar diperiksa pada pembesaran 100 persen. Penurunan detail serupa juga terlihat pada zoom 2x dan pembesaran di atas 4x.

Foto dari kamera utama dan telefoto 4x tampil tajam, dengan warna cerah serta kontras tinggi. Preset X-MAGE Vivid menghasilkan gambar yang menonjol dan cocok untuk unggahan media sosial. Namun, pada focal length selain 1x dan 4x, terutama zoom 10x atau lebih, detail gambar dapat terlihat menurun.

Mode portrait menghasilkan warna kulit dan pemisahan latar yang relatif alami, dengan seleksi subjek yang cukup presisi. Mode hitam-putih juga memberikan hasil yang menarik, meski tidak menyediakan opsi pengaturan kontras rendah atau tinggi. Huawei turut menyertakan fitur AI Composition untuk membantu pengguna menentukan komposisi, walaupun rekomendasinya bersifat opsional bagi fotografer yang sudah memiliki pendekatan sendiri.

Secara keseluruhan, karakter foto Pura 90s Pro Max cenderung tajam, kontras, dan berwarna cerah. Pendekatan tersebut kemungkinan akan menarik bagi pengguna yang mengutamakan hasil visual yang langsung tampil menonjol.

Di Indonesia, Pura 90s Pro Max menggunakan EMUI 16 berbasis Android 16, bukan HarmonyOS yang digunakan pada versi China. Karena berbasis Android, sebagian besar aplikasi Android tetap dapat dipasang pada perangkat ini.

EMUI menyediakan beragam opsi kustomisasi. Versi Asia Pacific juga menawarkan fitur berbasis AI, termasuk AI De-Glare, AI Move, asisten Celia, dan Advanced Translation Toolkit. Aplikasi lokal serta sejumlah aplikasi perbankan dapat diunduh melalui AppGallery.

Namun, perangkat ini tidak memiliki layanan Google resmi. Artinya, pengguna tidak mendapatkan Play Store, Gmail, maupun Google Wallet. Huawei mengandalkan AppGallery, Petal Search, dan Huawei Wallet sebagai alternatif.

Sejumlah pengguna mengandalkan GBox, aplikasi APK yang berjalan berdampingan dengan EMUI untuk membuka akses ke Google Play. Huawei juga menyebut opsi tersebut dalam materi peluncurannya di Indonesia. Meski demikian, solusi ini bukan bagian dari layanan Google resmi dan perlu dipertimbangkan pengguna sebelum membeli.

Saat pengujian dilakukan, harga Huawei Pura 90s Pro Max berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp23 juta, bergantung pada kapasitas penyimpanan 256 GB atau 512 GB. Harga tersebut menempatkannya di segmen flagship premium.

Dari sisi kamera, layar, baterai, speaker, dan layanan purnajual di Indonesia, perangkat ini menawarkan paket yang kuat. Pura 90s Pro Max paling relevan bagi fotografer yang memprioritaskan kualitas foto dan tidak terlalu bergantung pada ekosistem Google.

Perangkat ini juga dapat dipertimbangkan sebagai ponsel kedua bagi pengguna yang ingin memanfaatkan kemampuan kameranya. Sebaliknya, pengguna yang sangat mengandalkan layanan Google, aplikasi perbankan tertentu, atau layanan transportasi daring perlu memastikan kompatibilitas aplikasi sebelum mengambil keputusan.

Pada akhirnya, Huawei Pura 90s Pro Max menunjukkan bahwa Huawei masih memiliki kekuatan besar dalam teknologi kamera. Lensa ttelefoto, dynamic range, dan aperture mekanis menjadi pembeda utamanya. Bagi pengguna yang menjadikan fotografi sebagai prioritas, perangkat ini merupakan pilihan menarik. Bagi pengguna yang sangat tergantung layanan Google, tersedia opsi lain yang lebih praktis.