Galaxy Watch Ultra2 merupakan Galaxy Watch pertama yang menggunakan Snapdragon Wear Elite Platform Qualcomm SDW6100 dengan proses fabrikasi 3nm.
Chipset tersebut menggantikan Exynos W1000 yang digunakan pada Galaxy Watch Ultra generasi sebelumnya. Perangkat membawa RAM 2GB dan penyimpanan internal 64GB, dengan sekitar 49,3GB tersedia untuk pengguna.
Secara spesifikasi, peningkatan ini bukan hanya soal angka. Smartwatch harus mampu membuka aplikasi, berpindah menu, menampilkan data olahraga, menerima notifikasi, menjalankan sensor, serta menangani berbagai proses kesehatan tanpa membuat pengguna menunggu.
NadiKabar merasakan manfaat dari teknologi tersebut perpindahan menu terasa mulus, tidak pernah nge-lag, aplikasi terbuka dengan cepat, serta terbilang responsif ketika beberapa fitur digunakan bersamaan.
Untuk penggunaan sehari-hari, performa seperti ini mungkin tidak langsung terlihat sebagai fitur utama. Namun setelah smartwatch digunakan setiap hari, respons antarmuka justru menjadi salah satu faktor yang menentukan kenyamanan.
Sejak awal dirilis, Samsung ingin menunjukkan identitas Galaxy Watch Ultra 2 yang tidak hanya bergaya tapi teman sehat untuk penggunanya. Samsung membekali perangkat ini dengan GPS dual-frequency, pengukuran detak jantung, barometer, sensor suhu, sensor BioActive, serta berbagai fitur olahraga.
Untuk pelari, salah satu fitur yang menarik adalah Running Coach. Setelah pengguna melakukan running level test, sistem dapat membuat program latihan yang disesuaikan dengan kemampuan pengguna.
Samsung menyebut Running Coach dapat menganalisis pace dan tingkat kebugaran setelah pengguna berlari selama 12 menit, kemudian menyusun program latihan yang dipersonalisasi. NadiKabar menjajal Running Coach ini dan kita diajak untuk melakukan berbagai tantangan agar tingkat level terus meningkat.
Fitur ini menarik terutama bagi pengguna yang tidak ingin sekadar melihat statistik setelah berlari, tetapi membutuhkan arahan mengenai latihan berikutnya.
Galaxy Watch Ultra 2 juga membawa fitur Trail Run. Pengguna dapat memuat rute GPX, mengikuti rute secara real-time, melihat elevasi, serta mendapatkan Climb Guidance untuk mengetahui kemiringan dan kenaikan elevasi pada segmen tertentu.
Bagi pelari jalan raya yang hanya berlari 5K atau 10K di lingkungan perkotaan, fitur tersebut mungkin terasa berlebihan. Tetapi bagi pengguna yang sesekali melakukan trail run, hiking, atau aktivitas outdoor, kemampuannya menjadi lebih relevan.
Untuk smartwatch olahraga, spesifikasi sensor tidak cukup. Yang jauh lebih penting adalah seberapa baik data tersebut bekerja ketika pengguna benar-benar bergerak.
Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan sensor Optical Heart Rate, Electrical Heart Sensor, Bioelectrical Impedance Analysis, accelerometer, gyro, barometer, geomagnetic sensor, dan sensor temperatur.
NadiKabar telah menguji sensor Heart Rate yang merupakan salah satu unsur penting diperhatikan ketika berolahraga yang kemudian digunakan secara bersamaan dengan Garmin Forerunner 165 yang memang khusus untuk lari. Hasilnya denyut jantungnya sama persis, tidak ada perbedaan antara kedua perangkat.
Itu artinya, Galaxy Watch Ultra 2 bisa jadi 'teman' kalian untuk memantau latihan tempo run, interval, ataupun long run. Tidak ada lonjakan atau keterlambatan denyut jantung di perangkat ini.
Sedangkan untuk jarak, ada perbedaan yang tidak berbeda jauh sebenarnya. Misalnya, NadiKabar telah menempuh lari sejauh 5K, maka di perangkat tetangga sudah sesuai target, Galaxy Watch Ultra 2 ada 'bonus' jarak sekitar 3-7 meteran.
Pengujian seperti ini penting karena smartwatch dapat memberikan hasil yang sangat berbeda antara kondisi jalan lurus terbuka dan area dengan gedung tinggi, pepohonan rapat, atau banyak tikungan.
Data dari Galaxy Watch Ultra 2 kemudian dikumpulkan melalui Samsung Health. Di sini pembaca bisa melihat seberapa jauh progres kesehatan kalian, termasuk olahraga yang sudah dilalui.
Di generasi ini Samsung memperkenalkan sejumlah insight kesehatan seperti Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index. Fitur-fitur tersebut mencoba mengubah kumpulan data kesehatan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami pengguna.
Misalnya, bukan hanya menunjukkan berapa lama pengguna tidur atau berapa detak jantungnya, tetapi membantu pengguna memahami kondisi tubuh dan beban aktivitasnya.
Samsung Health menampilkan data setelah beberapa hari digunakan. Informasinya mudah dipahami dengan penampilan layanan layar yang oke nan simple. Hal ini bisa membantu memberi pemahaman dalam menentukan latihan atau recovery.
Bagi pengguna yang rutin berolahraga, bagian ini justru bisa menjadi lebih menarik daripada sekadar tampilan smartwatch.
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 juga dibuat untuk dipakai sepanjang hari dan malam. Artinya, smartwatch tidak hanya bekerja ketika pengguna berlari. Data tidur, detak jantung, aktivitas harian, dan berbagai parameter tubuh dapat menjadi bagian dari gambaran kondisi pengguna.