Jika dibandingkan perangkat generasi pertama, Samsung Galaxy Watch Ultra 2 tergolong nyaman dipakai tidur karena karetnya yang tidak ganggu yang sebelumnya jadi PR. Untuk kalian yang tidak terbiasa tidur pakai jam, mungkin awalnya agak risih, tapi lama-kelamaan itu terbiasa seiring dengan penyesuaian pengguna.
Samsung juga membawa fitur seperti Sleep Apnea Detection dari generasi sebelumnya, sementara Galaxy Ultra 2 mendapatkan sejumlah insight kesehatan baru melalui Samsung Health.
Nah, perlu dicatat adalah fitur kesehatan pada smartwatch bukan pengganti diagnosis medis. Data yang diberikan lebih tepat digunakan sebagai informasi pendukung untuk memahami pola kesehatan pengguna. Jadi, kalau ada hal dirasa tidak sesuai, baiknya pengguna konsultasi ke dokter.
Galaxy Watch Ultra2 juga membawa integrasi Gemini yang lebih praktis. Samsung memperkenalkan gesture Raise to Talk, yang memungkinkan pengguna mengangkat pergelangan tangan ke arah mulut untuk mulai berbicara dengan Gemini tanpa harus menekan tombol atau mengucapkan kata pemicu terlebih dahulu.
Dalam praktiknya, fitur seperti ini akan sangat bergantung pada konteks penggunaan. Keberadaan Gemini ini dengan beberapa perintah sederhana, seperti membuat pengingat, menanyakan informasi, mengatur aktivitas, atau pertanyaan terkait olahraga turut mempermudah pengguna. Respons cepat dan gesture Raise to Talk mudah digunakan dapat berjalan baik.
Bagi pengguna yang jarang berbicara dengan smartwatch, fitur ini mungkin tidak akan menjadi alasan utama membeli Ultra 2. Namun bagi pengguna yang terbiasa menggunakan ekosistem Google, kemampuan tersebut menambah fungsi smartwatch sebagai perangkat yang lebih mandiri.
Galaxy Watch Ultra 2 dapat digunakan dengan smartphone Android yang kompatibel. Namun pengalaman terbaik tetap berada dalam ekosistem Samsung.
Samsung menyebut Galaxy Watch Ultra 2 dapat terhubung ke ponsel Android melalui Galaxy Wearable. Namun beberapa fitur seperti Samsung Wallet serta ECG dan pengukuran tekanan darah melalui Samsung Health Monitor membutuhkan ponsel Galaxy.
Akan tetapi, jam tangan pintar ini sulit terhubung kalau HP kalian berbasis iOS dan jamnya ini. Jadi, sebuah catatan penting sebelum membeli.
Samsung memberikan Galaxy Watch Ultra 2 penyimpanan 64GB dan RAM 2GB. Kapasitas yang tersedia untuk pengguna sekitar 49,3GB setelah sistem dan perangkat lunak diperhitungkan. Untuk sebuah smartwatch, kapasitas tersebut tergolong besar.
Pengguna dapat memanfaatkannya untuk aplikasi, musik, dan berbagai kebutuhan lain yang didukung perangkat. Pengguna dapat menginstal aplikasi yang diunduh di Play Store. Ini membuat perangkat ini layaknya HP, hanya saja ada di pergelangan tangan kita.
Pertama adalah baterai 800 mAh. Ini merupakan peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya dan secara teori memberikan ruang lebih luas untuk penggunaan GPS serta pemantauan kesehatan sepanjang hari.
Kedua adalah layar 5.000 nit. Fitur ini bukan sekadar angka spesifikasi karena memang ditujukan untuk menjawab masalah yang sering muncul pada smartwatch ketika digunakan di luar ruangan.
Ketiga adalah kemampuan olahraga dan outdoor. Dual-frequency GPS, Trail Run, GPX navigation, Climb Guidance, sensor kesehatan, hingga ketahanan air membuat Ultra2 lebih dekat ke kategori sports smartwatch premium, meski tetap membawa karakter smartwatch Wear OS. Ini tanda Samsung serius bawa seri Ultranya buat pendukung olahraga pengguna.
Ukuran 47mm membuatnya tetap menjadi smartwatch yang besar jika dibandingkan dibandingkan wearable sport. Bobot 61,5 gram juga bukan yang paling ringan, tapi anehnya NadiKabar tidak merasakan berat jika dibandignkan Watch Ultra 1.
Kekurangan yang tampak besar itu kalau dipakai keseharian malah menjadi nilai plus. Desainnya yang elegan bikin pengguna cocok untuk ke acara non-formal ataupun formal.
Bagi kalian yang sudah dan perangkat utamanya berbasis iOS, Galaxy Watch Ultra 2 ini seperti kekurangan karena tidak bisa dipantau di HP kalian.
Galaxy Watch Ultra 2 menunjukkan bahwa Samsung semakin serius membawa smartwatch-nya ke ranah olahraga dan aktivitas outdoor.
Peningkatan baterai menjadi 800 mAh, layar hingga 5.000 nit, Snapdragon Wear Elite, dual-frequency GPS, penyimpanan 64GB, serta dukungan aktivitas outdoor membuatnya memiliki fondasi yang kuat sebagai smartwatch premium.
Namun nilai sebenarnya baru terlihat ketika perangkat dipakai dalam rutinitas sehari-hari. Tampilan memang boleh sama dengan pendahulunya, tapi Samsung bikin peningkatan di berbagai fiturnya.
Bagi pelari, Galaxy Watch Ultra 2 menarik karena tidak berhenti pada pencatatan aktivitas. Samsung mencoba menjadikannya sebagai perangkat yang membantu pengguna memahami latihan, beban aktivitas, recovery, hingga kondisi tubuh.
Sementara bagi pengguna biasa, daya tarik utamanya justru berada pada kombinasi desain premium, layar sangat terang, baterai besar, kemampuan smartwatch yang lengkap, dan ketahanan yang lebih tinggi.
Dengan harga Rp10,499 juta, Galaxy Watch Ultra 2 memang bukan smartwatch yang murah. Tetapi jika seluruh kemampuan tersebut benar-benar digunakan, perangkat ini menawarkan paket yang cukup lengkap untuk menjadi smartwatch harian sekaligus partner olahraga dan aktivitas outdoor.