NADIKABAR.COM — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan kuota produksi untuk Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) revisi tahun 2026. RKAB yang direstui dibagi dua, untuk komoditas nikel dan juga batu bara.

Khusus untuk nikel, izin produksi yang disetujui sekitar 290-300 juta metrik ton. Angka ini naik dari kuota awal tahun yang diperkirakan sekitar 260-270 juta metrik ton.

"Totalnya antara 290-300an juta lah. Sudah, sudah (terbit)," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Sementara untuk kuota produksi batu bara, Tri menyampaikan bahwa kuota produksi hasil RKAB tahun 2026 ini mencapai sekitar 700-an juta ton. "Batu bara antaranya 700-an lah," katanya.

Adapun ketika ditanya terkait dengan kuota tahun depan, Tri menyampaikan bahwa pihaknya bakal mempertimbangkan hasil laporan dari London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Future Exchange (SHFE) yang menyebutkan ada kelebihan pasokan sekitar 750 ribu metrik ton untuk nikel.

"Kemarin untuk nikel itu kan ada pembahasan yang terkait dengan stok yang ada di LME sama SHF. Nah itu kan over sekitar 750 ribu ton," terangnya.

"Nah itu juga mesti kita exercise supaya nanti jangan sampai nanti produksi kita menambah lagi over-nya. Jadi bagaimana yang optimal bukan hanya untuk sesuai dengan smelter kita. Tetapi globalnya seperti apa," sambungnya.