Adapun secara keseluruhan, pengembangan Rote sebagai lokasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) mencakup area sekitar 10.764 hektare. Selain 2.000 hektare yang dikembangkan KKP, sekitar 8.000 hektare kawasan lainnya akan dikembangkan oleh investor.

Qodari menegaskan pengembangan K-SIGN ini merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada garam. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi garam nasional secara bertahap dari baseline sekitar 1 juta ton menjadi 2,5 juta ton pada 2026, 3,5 juta ton pada 2027, dan 5 juta ton pada 2029 sehingga impor disetop.

"Sejalan dengan itu, volume impor garam ditargetkan turun dari baseline sekitar 2,6 juta ton menjadi 2 juta ton pada 2026, 1 juta ton pada 2027, hingga mencapai nol pada 2029, sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada garam nasional," ucapnya.