Indonesia berisiko kehilangan momentum tersebut apabila penciptaan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. Risiko serupa juga muncul apabila keterampilan tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri dan produktivitas berjalan lambat.

"Bonus demografi ini tidak otomatis menjadi bonus ekonomi. Penduduk usia produktif yang besar hanya akan menjadi keunggulan jika mereka memiliki pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan kesempatan kerja yang memadai," ujarnya.

Juda menegaskan Indonesia tidak boleh menjadi negara yang mengalami penuaan penduduk sebelum berhasil mencapai status negara kaya. Pasalnya, rasio ketergantungan atau dependency ratio diperkirakan kembali meningkat setelah periode 2035-2040.