"Karena bisa saja yang disampaikan negara lain bisa saja bukan apa yang disampaikan dari kita.Nah ini yang ketika kita duduk kita bisa menyampaikan dan kita bisa memberikan warna lain di ICAO sesuai dengan apa yang dibutuhkan," tutur Lukman.
Indonesia nantinya juga akan membawa sejumlah pengalaman yang dinilai dapat dibagikan kepada negara lain, mulai dari peningkatan kapasitas SDM penerbangan, pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), hingga teknologi drone.
Negara juga telah memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas kepada negara-negara Afrika. Pemerintah menyebut program tersebut telah dilakukan pada 2015-2017 dengan nilai sekitar US$ 400 ribu dan dilanjutkan pada 2017-2026 dengan nilai yang kurang lebih sama.
Sementara untuk SAF, Indonesia dinilai memiliki perkembangan yang cukup maju dan siap berbagi pengalaman dengan negara lain. Begitu pula dengan regulasi drone, di mana Indonesia telah memiliki aturan terkait pilot, registrasi, hingga navigasi.