Djoko menyampaikan bahwa pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) akan segera mengirimkan 30 juta barel minyak ke Indonesia. Pada pengiriman ini, Djoko menyebutkan Indonesia tidak dikenakan biaya modal kerja (working capital), termasuk untuk kebutuhan kapal pengangkut. Meski begitu, ia tidak menjelaskan lebih rinci pengiriman ini.
Adapun kabar tersebut disampaikan Djoko usai dirinya mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu dengan Duta Besar Uni Emirat Arab dan Presiden Direktur Mubadalah Energy.
"Dan juga melaporkan bahwa Duta Besar Abu Dhabi menyampaikan bahwa pemerintah Republik Arab (UEA) segera akan mengirim minyaknya ke Indonesia sejumlah 30 juta barel tanpa biaya, tanpa working capital, termasuk untuk kapalnya," ujar Djoko.
Djoko menyampaikan bahwa pengiriman minyak ini merupakan kabar baik bagi Indonesia di tengah situasi geolpitik yang tak menentu.