Pihaknya berharap kerja sama tersebut dapat membantu membangun kapasitas sekaligus memperluas jejaring pelaku usaha Indonesia di bidang perdagangan komoditas global. Melalui kemitraan dengan Suissenegoce, Anindya juga mendorong perusahaan-perusahaan anggotanya untuk turut mengembangkan perdagangan komoditas sekaligus membangun ekosistem pendukung di Indonesia.
Lebih lanjut dengan kerja sama ini, akan segera digelar program pendidikan dan pelatihan bersertifikasi Suissenegoce mengenai global commodities trading. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha Indonesia dalam memahami perdagangan komoditas di pasar global.
Ketua Komite Bilateral KADIN Indonesia-Swiss Francis Wanandi mengatakan program pendidikan bersertifikasi tersebut akan berlangsung selama lima minggu dan digelar secara reguler di Jakarta. Program itu nantinya melibatkan berbagai pelaku bisnis perdagangan global, baik dari perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN).
Suissenegoce sendiri merupakan asosiasi perdagangan komoditas Swiss yang menaungi sekitar 215 perusahaan. Para anggotanya bergerak dalam tiga sektor utama, yakni pertanian, mineral dan logam, serta energi.