Sementara Indonesia yang memiliki banyak sungai besar yang bisa dikembangkan menjadi sumber energi listrik namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Jadi dengan teknologi Norwegia, ini kita harapkan ini asistensi dari mereka juga, apa yang kita miliki, dan juga apa pengalaman mereka mengembangkan PLTA di di wilayah mereka, itu justru bisa kita adopsi," ujar Yuliot.
Selain AS dan Norwegia, Yuliot bilang bahwa dalam kunjungannya ke G20 Energy Abundance Ministerial Meeting di Houston, Texas, Amerika Serikat, pada pertengahan September 2026, Indonesia juga akan berkerja sama dengan Jepang dan Prancis untuk pengembangan energi baru terbarukan. Namun detail hal ini belum dijelaskan lebih lanjut oleh Yuliot.
"Dan pada saat pertemuan, ini misalnya dengan beberapa negara kita ada kesepakatan ini kerja sama teknologi. Itu juga ya seperti dengan Jepang, dengan Prancis, itu juga sudah ada pembicaraan dan komitmen untuk bagaimana pengalaman mereka mengembangkan energi baru terbarukan itu justru itu bisa diimplementasikan," katanya.