Selain pengembangan energi baru terbarukan, Yuliot mengatakan pemerintah juga menjajaki kerja sama teknologi di sektor minyak dan gas (migas) dengan perusahaan ExxonMobil. Ia mengatakan dengan teknologi superkomputernya, ExxonMobil mampu memproduksi minyak bumi sekitar 4,8 juta barel per hari.
Kemudian Yuliot dikasih tau rencana pada tahun 2029-2030 bahwa ExxonMobil bisa produksi minyak sampai 5,6 juta barel.
"Ya sementara ini kan mereka sudah investasi di kita. Apa infrastruktur yang mereka miliki, apa teknologi yang mereka miliki, nah ini waktu itu dijelaskan mereka memiliki superkomputer untuk mengolah data-data. Ini sudah tidak manual lagi. Jadi ini membuka kesempatan juga kalau ini ada wilayah kerja yang kita miliki yang siap kita tawarkan," katanya.