NADIKABAR.COM — Pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp dalam tiga tahun. Program tersebut membutuhkan investasi sekitar US$73 miliar atau setara Rp 1.120 triliun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan program tersebut ditujukan untuk mempercepat pemanfaatan energi surya sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.

"Hari ini kita mempercepat implementasi program PLTS 100 GW. Total investasinya sekitar US$73 miliar atau Rp1.120 triliun, yang berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO₂ per tahun. Program ini akan kita laksanakan secara masif dalam tiga tahun, sekaligus mendorong penggunaan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM," tutur Bahlil.

Program PLTS 100 GWp tersebut diluncurkan dan groundbreaking dengan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta jajaran terkait.