Prabowo mengatakan pembangunan PLTS 100 GWp dalam tiga tahun merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

"Program PLTS berkapasitas 100 GWp merupakan langkah besar untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia. Target ini akan kita bangun dalam waktu sekitar tiga tahun dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan dalam negeri, termasuk tenaga surya dan panas bumi. Kita ingin membuktikan bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri, mengurangi ketergantungan pada energi impor, serta mengelola seluruh sumber daya energi secara efektif dan berpihak pada kepentingan rakyat," ujar Prabowo.

Dalam program tersebut, PLN Indonesia Power menjadi salah satu pihak yang mengembangkan proyek energi surya. Sejumlah proyek yang masuk portofolionya tim redaksi lain PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp, PLTS Terapung Saguling 92 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, serta PLTS Banyuwangi 132 MWp.