"Dari 1.000 lebih perusahaan, 1.074 di awal, yang memberikan dividen 97 persen itu hanya dari 15 perusahaan. Nah, yang lainnya mungkin rugi, sebagian besar atau 52 persen itu rugi," ungkap Rosan.

Untuk mengatasi masalah ini, Rosan mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar Danantara segera mengoptimalkan aset-aset milik negara tersebut untuk mendongkrak produktivitas serta memberikan imbal hasil (yield) yang baik bagi negara.

"Bapak Presiden memberikan arahan bagaimana sekarang kita mengoptimalkan aset-aset yang ada di BUMN ini dengan tentunya perencanaan yang baik, terukur, terstruktur, dan juga memberikan, karena kita sovereign wealth fund, memberikan juga keuntungan, yield yang baik juga gitu," jelasnya.

Dalam hal ini, menurutnya Danantara siap memberikan porsi lebih besar kepada pihak swasta (private sector) untuk mengelola lini bisnis atau aset BUMN yang tidak bersifat strategis. Sebab jika dunia usaha mampu mengelolanya secara lebih efisien dan menguntungkan, maka pihaknya membuka ruang kerja sama seluas-luasnya.