Kerja sama pengawasan obat antara kedua negara juga memiliki perkembangan konkret. Pada Mei 2026, BPOM telah melakukan inspeksi GMP terhadap salah satu fasilitas produksi insulin di Rusia. Selain itu, berdasarkan informasi delegasi Rusia, sekitar 5 hingga 6 perusahaan farmasi Rusia telah mengajukan dokumen registrasi produk kepada BPOM.

Delegasi Rusia memaparkan pengalaman pelaksanaan program Pharma 2020 dan Pharma 2030. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian industri farmasi melalui pengembangan produksi bahan baku obat, obat esensial, dan vaksin.

Pihak Rusia juga menyampaikan kesiapan perusahaan farmasi di Rusia untuk menjajaki kerja sama transfer teknologi dan pembangunan fasilitas produksi di Indonesia, khususnya untuk produk insulin, obat onkologi, dan produk bioteknologi.

Sebagai gambaran pengalaman kerja sama internasional, delegasi Rusia turut memaparkan pembangunan Institut Bioteknologi Mechnikov di Nikaragua yang melibatkan transfer teknologi dan pelatihan tenaga teknis lokal. Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi dalam menjajaki model kolaborasi industri farmasi yang dapat dikembangkan bersama Indonesia.

Direktur SID&GP Vladislav Shestakov memaparkan pengalaman lembaganya dalam pelaksanaan inspeksi GMP terhadap fasilitas produksi obat di berbagai negara. SID&GP merupakan lembaga di bawah MIT Rusia yang melaksanakan inspeksi GMP terhadap fasilitas produksi obat di luar negeri untuk memastikan pemenuhan persyaratan GMP yang berlaku di Rusia dan kawasan Eurasian Economic Union (EAEU).

Sejak 2016, SID&GP dilaporkan telah melaksanakan lebih dari 4.000 inspeksi di 75 negara, dengan dukungan 58 inspektur berkualifikasi, sekitar separuh di antaranya memiliki sertifikasi inspektur WHO.