Dalam pertemuan tersebut, pihak Rusia mengusulkan penjajakan peta jalan menuju pengakuan timbal balik (mutual recognition agreement/MRA) atas sertifikat GMP untuk mendukung efisiensi proses pengawasan dan akses produk farmasi di kedua negara. Usulan ini masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan mempertimbangkan ketentuan, standar, dan kewenangan masing-masing otoritas.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas pengawasan, SID&GP juga menawarkan pelatihan bagi inspektur BPOM melalui Eurasian Academy of Good Practices, yang memiliki lebih dari 40 modul pelatihan teknis. Salah satu fasilitas yang diperkenalkan adalah VR Factory, yaitu teknologi simulasi inspeksi berbasis realitas virtual untuk mendukung pembelajaran praktik inspeksi GMP.
Selain sektor farmasi, pertemuan ini juga membahas potensi pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan ketertelusuran produk di sepanjang rantai pasok.
Sebagai tindak lanjut pertemuan, kedua pihak membahas mekanisme finalisasi dan penandatanganan dokumen kerja sama. MoU yang menjadi payung kerja sama direncanakan ditandatangani oleh Kepala BPOM RI, Menteri Perindustrian, dan Perdagangan Federasi Rusia.
Pada akhir pertemuan, Wakil Menteri Alexey Gruzdev turut mengundang Kepala BPOM untuk melakukan kunjungan resmi ke Moskow dalam rangka penjajakan penandatanganan MoU dan peninjauan fasilitas industri farmasi serta sistem pengawasan digital Rusia.