Nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) ekonomi digital Indonesia mendekati 100 miliar dolar AS pada 2025 atau tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi infrastruktur, Airlangga menekankan bahwa kunci pengembangan pusat data terletak pada ketersediaan lahan, listrik, dan air.

Ia menyampaikan bahwa kapasitas pusat data yang beroperasi mencapai 600-700 megawatt, dengan proyek dalam pipeline mencapai 1,3 gigawatt dengan perkiraan nilai investasi sebesar 15-20 miliar dolar AS.

NVIDIA juga menjajaki investasi sebesar 4,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp80,1 triliun di KPBPB/FTZ Batam, yang masih dalam tahap pembicaraan.

Di sektor perdagangan, nilai niaga-el (e-commerce) Indonesia diproyeksikan tumbuh lebih dari 14 persen menjadi 71 miliar dolar AS, sehingga menjadikannya pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah menargetkan transaksi e-commerce melalui Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) mencapai Rp40 triliun pada akhir 2026, naik 10 persen dari Rp36,4 triliun pada 2025, serta terus memperkuat ekosistem e-commerce.