NADIKABAR.COM — Indonesia dan Singapura sepakat membentuk gugus tugas bersama untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas.
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan pembentukan gugus tugas ini merupakan bentuk respons serius kedua negara. Pasalnya, persoalan ini sudah terjadi berulang kali selama hampir tiga dekade dan perlu ada solusi jitu menghadapi hal ini.
Rencana gugus tugas ini diungkap Vivian usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Rabu kemarin. Usai pertemuan dia melakukan wawancara khusus dengan beberapa media di Singapura.
"Tujuan Gugus Tugas ini adalah untuk memfasilitasi respons kolektif, pertukaran informasi, dan sinergi, sehingga kita dapat mencegah perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam tindakan anti sosial dan, terus terang, berbahaya tersebut," ujar Vivian dikutip dari laman resmi Kemenlu Singapura, Kamis (29/10/2026).
Vivian mengatakan gugus tugas tersebut juga diharapkan dapat memastikan perusahaan yang menyebabkan kabut asap bertanggung jawab atas tindakannya. Dia mengatakan Singapura juga tengah menjajaki penguatan aturan hukum dan kebijakan untuk memastikan perusahaan menjalankan tanggung jawabnya.
"Dan dalam kasus Singapura, kami juga sedang menjajaki peningkatan perangkat legislatif dan kebijakan kami untuk menjaga akuntabilitas perusahaan dan memastikan bahwa setiap orang melakukan apa yang perlu mereka lakukan," terang Vivian.
Meski begitu, dirinya belum dapat mengungkapkan secara rinci pihak yang akan terlibat dalam gugus tugas ini. Namun, dia menekankan ruang lingkup gugus tugas ini adalah penanganan masalah kabut asap, pertukaran informasi, serta fasilitasi kerja masing-masing otoritas di kedua negara.
"Saya belum dapat memberikan rincian tentang komposisi dan susunan staf Gugus Tugas, tetapi ruang lingkup tugasnya adalah menangani masalah ini, bertukar informasi, dan memfasilitasi pekerjaan masing-masing otoritas di yurisdiksi kita masing-masing. Itu adalah elemen-elemen kuncinya. Dan mengingat komitmen di tingkat senior dari kedua negara, kita akan menyelesaikan ini dengan cepat, tepat waktu, dan efektif," kata Vivian.