NADIKABAR.COM — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung menilai komunikasi pemerintah harus memenangkan persepsi publik agar visi Presiden Prabowo Subianto sampai kepada masyarakat.

"Karena isi pertama dari komunikasi adalah persepsi, bukan fakta, bukan data," kata Rocky saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Selasa.

Rocky menyebut komunikasi pertama-tama adalah bahasa tubuh. Menurut dia, masalah bangsa ini adalah ketidakmampuan mengolah bahasa tubuh, dan hal itu berlaku bagi semua institusi.

Ia mengatakan Presiden memiliki pikiran, visi, niat, dan urgensi. "Jembatan ke publiknya kadang kala dirusak sendiri oleh birokrasi," ujarnya.

Rocky mengaku dapat menunjukkan semua prestasi Presiden dan hasil yang ditunggu publik. Namun, kata dia, satu kebencian saja dapat membuat data itu dianggap palsu.

Karena itu, ia menilai posisi strategis untuk memenangkan hati publik tidak mungkin didasarkan pada konfrontasi faktual. Ia mengusulkan komunikasi yang mengedepankan logika, terutama untuk warganet yang terdidik.

Rocky juga menekankan tolok ukur seorang komunikator pemerintah. "Apapun yang diucapkan oleh seorang pejabat komunikator, dia mesti jadi impact terhadap perubahan cara berpikir, perubahan sikap," katanya.