NADIKABAR.COM — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan pihaknya akan berkomunikasi langsung dengan Pemprov Jawa Barat soal proyek data center BDX yang disetop sementara.

Rosan mengaku dirinya baru tiba dari kunjungan kerja ke Jepang dan perlu mendapat laporan tambahan soal masalah data center di Jatiluhur. Yang jelas dia berkomitmen untuk bicara dan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Nanti saya bicara dengan mereka," kata Rosan singkat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Proyek tersebut diketahui punya nilai investasi sebesar Rp 3,5 triliun yang dibangun di atas lahan 8.000 meter persegi dengan kawasan pengembangan mencapai 11 hektare (ha). Pusat data tersebut memiliki kapasitas daya listrik hingga 120 megawatt (MW), dengan kapasitas pengembangan mencapai 640 MW.

Dilansir NadiKabar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengkonfirmasi penghentian sementara proyek data center BDX. Alasannya karena sejumlah syarat pembangunan, termasuk AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih dalam proses.