NADIKABAR.COM — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani buka suara soal pemanggilan pimpinan sejumlah perusahaan kelapa sawit RI oleh Pemerintah Singapura terkait penyelidikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Rosan, langkah otoritas Negeri Singa tersebut merupakan hal positif agar penanganan isu karhutla dapat diselesaikan secara baik.

"Kalau kita melihat ini kan untuk sesuatu yang positif supaya hal-hal seperti karhutla dan yang lainnya bisa terselesaikan dengan baik," ujar Rosan ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).

Terkait dengan nasib investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) dari Singapura di tengah hubungan kedua negara yang menghangat, Rosan menyebut telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan.

Dalam pertemuan tersebut, sambung Rosan, Balakrishnan menegaskan komitmen investasi dari negaranya ke Indonesia tetap terbuka.

"Kebetulan saya kan kemarin juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura ya, Pak Vivian, dan menyampaikan bahwa komitmen baik itu investasi maupun hal-hal lainnya, itu tetap siap, tetap terbuka," ujar Rosan.