NADIKABAR.COM — Pemanas tangan mungkin bukan perlengkapan yang langsung terlintas ketika membicarakan perjuangan atlet dalam perebutan medali Asian Para Games.

Namun, di Nagoya, Jepang, benda kecil itu menjadi salah satu kebutuhan yang harus dicari tim pendukung Kontingen Indonesia agar atlet para menembak dan para panahan tidak kesulitan akibat suhu udara yang mulai dingin.

"Biasanya karena musim dingin, pemanas tangan untuk menembak dan panahan. Paling itu saja yang agak ribet kita cari-cari, hand warmer, biar tangannya enggak kaku," kata anggota tim Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Aditia Aelman Ali di Nagoya, Rabu (21/10).

Urusan mencari pemanas tangan hanyalah sebagian kecil dari pekerjaan yang dilakukan tim pendukung Indonesia selama mengikuti Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Di lantai sembilan Gedung Meitetsu, Nagoya, berbagai kebutuhan atlet ditangani dalam sebuah markas yang menjadi pusat koordinasi kontingen Merah Putih.

Tempat itu bukan arena pertandingan ataupun lokasi latihan. Namun, dari sanalah berbagai pekerjaan di balik perjuangan atlet Indonesia dijalankan, mulai dari mengatur konsumsi, pelayanan kesehatan, menyediakan informasi hingga menganalisis peluang medali.

Aditia mengatakan markas tersebut memiliki empat bidang utama yang saling berkaitan dalam menunjang penampilan atlet selama Asian Para Games berlangsung pada 18–24 Oktober.