Dengan pekerjaan tersebut, upaya mengejar medali tidak hanya berlangsung ketika atlet memasuki arena, tetapi juga melalui proses membaca kekuatan dan peluang pertandingan dari balik meja kerja.
Di bagian lain, sembilan tenaga medis Indonesia, termasuk dua dokter serta tenaga fisioterapi, disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan atlet.
Keberadaan mereka memungkinkan penanganan kesehatan dan pemulihan kondisi fisik dilakukan oleh tim yang mendampingi kontingen selama berada di Jepang.
Sementara itu, tim pendukung bertanggung jawab memastikan berbagai keperluan atlet tersedia, termasuk makanan, obat-obatan, dan perlengkapan tambahan untuk menghadapi kondisi cuaca setempat.
Seluruh kebutuhan itu telah dipetakan sebelum kontingen tiba di Nagoya.
"Insya Allah kita sudah memetakan kebutuhan pemain. Sebulan yang lalu kita sudah datang ke sini, tim advance. Jadi kita sudah siapkan semuanya, baik makanan, obat-obatan, dan pendukung lainnya," kata Aditia.