"Setiap proyek harus dikelola secara disiplin sejak awal, baik dari aspek teknis, kontraktual maupun finansial. Dengan pengelolaan yang semakin baik, setiap pekerjaan harus mampu memberikan nilai bagi pelanggan sekaligus memperkuat kondisi perusahaan," lanjut Bambang.
Pada saat yang sama, INKA terus memperkuat proses produksi dan sistem kualitas untuk memastikan sarana yang dihasilkan memenuhi aspek keselamatan, keandalan serta standar yang dipersyaratkan.
Transformasi tersebut juga diarahkan untuk menjaga dan mengembangkan kapabilitas industri perkeretaapian nasional, mulai dari kemampuan engineering dan manufaktur, tenaga kerja terampil, teknologi hingga ekosistem industri pendukung.
"Yang ingin kami bangun bukan hanya keberlanjutan perusahaan, tetapi juga kemampuan industri perkeretaapian Indonesia. Untuk itu, INKA harus semakin sehat, profesional, berkualitas, dan kompetitif dengan melibatkan seluruh stakeholder perkeretaapian," tutup Bambang.