"Penurunan rugi bersih tersebut merupakan perkembangan penting dalam perjalanan transformasi Kimia Farma. Fokus kami bukan hanya memperbaiki capaian keuangan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih sehat, memperkuat disiplin operasional, dan meningkatkan daya saing Perseroan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan," ucap Djagad.
"Kami akan terus menjaga momentum ini dengan memperkuat fundamental usaha dan memastikan setiap langkah transformasi memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan Perseroan," tambahnya.
Lebih lanjut, memasuki kuartal IV 2026 Persero berencana untuk terus melanjutkan transformasi tata kelola dan penguatan fundamental bisnis sebagai prioritas utama. Pembenahan diarahkan pada penguatan pengendalian internal, pengelolaan risiko, disiplin pengambilan keputusan, serta akuntabilitas untuk mendukung pengelolaan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.