NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Blora langsung menindaklanjuti laporan warga mengenai rumah tidak layak huni milik Mbah Samijah (71) di Desa Gagakan, Kecamatan Sambong. Bupati Blora Arief Rohman turun langsung ke lokasi hari ini untuk menyerahkan bantuan sekaligus memastikan penanganan sosial bagi keluarga tersebut.
Dalam kunjungan itu, Bupati Arief Rohman didampingi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora H. Sutaat dan Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Laga Kusuma. Rombongan tersebut juga didampingi Kepala Desa Gagakan, jajaran Dinas Sosial P3A, hingga Puskesmas setempat.
Arief menyampaikan bahwa informasi kondisi rumah Samijah diperoleh dari laporan media dan relawan sosial. Relawan tersebut selama ini aktif menyampaikan berbagai persoalan masyarakat di lapangan.
"Kita menerima laporan dari teman-teman media bahwa ada masyarakat yang kondisi rumahnya tidak layak. Sore ini kita serahkan bantuan dari Baznas dan teman-teman ASN. Nanti kita minta rumahnya agar dibedah sehingga bisa menjadi rumah yang layak untuk ditempati," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Selain menyerahkan bantuan, Arief juga menjenguk dua cucu Samijah yang mengalami disabilitas sejak lahir. Ia meminta Dinas Sosial, Baznas, dan pihak terkait untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi keluarga tersebut.
"Ini juga ada anak difabel. Kita minta nanti dari Dinas Sosial dan juga Baznas untuk terus mengawal dan memberikan perhatian," tutur Arief.
Menurut Arief, penanganan persoalan sosial membutuhkan kolaborasi tim redaksi pemerintah, relawan, dan masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong IPSM dan insan media untuk terus menyampaikan berbagai aduan yang ditemukan di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Kita tim redaksi pemerintah dan teman-teman relawan harus terus bersinergi. Saya minta IPSM dan juga teman-teman media, kalau menemukan aduan dari masyarakat, mari kita tangani bersama-sama," jelasnya.
Ia mengapresiasi semakin banyaknya relawan sosial yang terlibat membantu masyarakat. Saat ini, jumlah relawan IPSM di Kabupaten Blora mencapai sekitar 150 orang yang aktif menangani berbagai persoalan sosial di tingkat desa.
Arief juga meminta pemerintah desa setempat mengawal proses perbaikan rumah Samijah. Pengawalan tersebut dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong bersama masyarakat.
"Pak lurah, tolong segera dikawal. Dengan gotong royong masyarakat, rumah yang tidak layak ini semoga segera bisa dibangun menjadi rumah yang layak untuk ditinggali," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Blora H. Sutaat menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta yang akan digunakan untuk rehabilitasi rumah Samijah. Selain itu, Dinas Sosial P3A turut memberikan bantuan kebutuhan dasar rumah tangga.
Ia menambahkan keluarga Samijah sebelumnya juga pernah menerima program bantuan rumah tidak layak huni. Pada tahun 2024, rumah anak pertama Samijah yang berada di sebelah rumahnya telah mendapatkan bantuan bedah rumah.
"Dari Baznas ada bantuan Rp20 juta untuk rehab rumah Bu Samijah. Ada juga bantuan dari Dinsos P3A berupa kasur, selimut, bantal, dan peralatan dapur," pungkas Sutaat.