Dengan hasil survei tersebutlah menjadi alasan kuat RSK Nusa Waluya II memberikan layanan kesehatan di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara. Rumah sakit kapal ini telah memberikan pelayanan di Kei Besar pada 8 September 2026 dan dijadwalkan beroperasi hingga 8 November 2026.
Kapal ini membawa fasilitas kesehatan yang setara dengan rumah sakit umum daerah tipe C, mulai dari poliklinik, rawat inap, unit gawat darurat, ruang operasi, radiologi, laboratorium, hingga farmasi.
"Untuk farmasi itu obatnya semua kita handle dari kapal, untuk stok segala macam, dan ada ruang operasi. Ruang operasi kita ada dua ruang operasi mayor," tuturnya.
Sementara itu, Pjs Manager CSR Pertamina International Shipping Gustidha Budiartie mengatakan, program rumah sakit kapal merupakan bagian dari kolaborasi PIS dengan doctorSHARE yang telah berjalan selama tiga tahun.
Menurutnya, kerja sama tersebut berangkat dari kesadaran bahwa konektivitas menjadi faktor penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau melalui transportasi darat.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi laut, PIS memiliki kapabilitas perkapalan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung akses pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
"Jadi konektivitas ini penting dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia, baik dalam menyalurkan energi maupun menyediakan akses kesehatan seperti yang dilakukan oleh doctorSHARE," ucap Gustidha.