Dia menjelaskan, program RSK menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kapabilitas perusahaan dalam mendukung masyarakat. Melalui kolaborasi dengan doctorSHARE, kapal yang menjadi sarana transportasi laut dapat dioptimalkan untuk menghadirkan layanan kesehatan di pulau-pulau kecil dan wilayah yang sulit diakses.
Gustidha menyebut, hingga saat ini RSK Nusa Waluya II telah melayani sekitar 6.000 pasien di Kei Besar. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi selama Pertamina bekerja sama dengan doctorSHARE dalam program rumah sakit kapal.
Pihaknya berharap jumlah pasien yang terlayani dapat terus meningkat hingga mencapai 10.000 orang selama program berlangsung.
"Data pasiennya tadi sudah mencapai 6.000. Ini tertinggi sejak kita bekerja sama, mungkin bisa menyentuh 10.000," terangnya.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina Group untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses. Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, Rumah Sakit Kapal sebelumnya telah hadir di wilayah Waigeo dan Distrik Seget, Sorong, dengan total 7.469 pasien yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Bagi PIS, inisiatif ini juga menjadi wujud pemanfaatan kapabilitas maritim untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi dengan Pertamina, IHC, dan doctorSHARE, armada kapal tidak hanya mendukung konektivitas antarpulau, tetapi juga menjadi sarana untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.