NADIKABAR.COM — Beredar rumor Microsoft akan menjual divisi gaming-nya, yakni Xbox. Namun CEO Xbox, Asha Sharma, membantah spekulasi tersebut.

"Xbox tidak untuk dijual. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mempersiapkan perusahaan agar sukses, dan kami akan mencari kemitraan yang tepat, model operasional yang tepat, dan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut," kata Sharma, dilansir Dexerto, Selasa (6/10/2026).

Komentar itu muncul setelah laporan bahwa Microsoft mempertimbangkan beberapa potensi perubahan pada struktur Xbox. Sebelumnya, beredar kabar kalau raksasa teknologi ini akan menjadikan Xbox sebagai anak perusahaan, yang mana berpotensi memungkinkan divisi gaming-nya sebagai usaha patungan dengan mitra lain.

Hal itu juga sempat dibahas oleh New York Times yang menyampaikan kemungkinan Xbox akan dipisah menjadi perusahaan independen, tetapi tetap bekerja sama dengan Microsoft. Namun Sharma memberikan tanggapan yang membuat potensi tersebut sangat kecil kemungkinannya untuk terwujud.

"Kami masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh bersama Microsoft, dan kami akan mengambil pandangan jangka panjang," katanya.

Penolakan ini muncul ketika Xbox mengalami perubahan besar di bawah kepemimpinan barunya. Sharma sebelumnya mengatakan bahwa divisi game Microsoft perlu berubah setelah investasinya di Game Pass, perilisan multiplatform, dan portofolio konten yang lebih besar gagal tumbuh dengan cepat.

Microsoft kini memfokuskan perhatian pada sejumlah kecil franchise utama, termasuk The Elder Scrolls, Fallout, dan Minecraft. Hal itu mereka lakukan sembari terus mengerjakan perangkat keras Xbox generasi berikutnya, yang saat ini dikenal sebagai Project Helix.

Terlepas dari perubahan tersebut, Sharma mengungkapkan bahwa Xbox masih menjangkau 500 juta pemain setiap bulan. Dirinya menambahkan, saat ini Microsoft mengincar game berbasis cloud, serta pertumbuhan di pasar termasuk Afrika dan Asia Selatan sebagai bagian dari rencana jangka panjangnya.