Sementara, dolar Australia melemah 0,06 persen. Adapun dolar Kanada menguat 0,13 persen dan franc Swiss terapresiasi 0,15 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih menghadapi ketidakpastian. Namun, langkah pemerintah yang antara lain mengeluarkan seluruh saham berkategori konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholder Concentration/HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). diharapkan dapat memberikan sentimen positif dan menopang pergerakan rupiah.

"Meski masih penuh ketidakpastian, langkah pemerintah, di antaranya mengeluarkan saham HSC dari IHSG, diharapkan bisa memberikan sentimen positif dan dukungan terhadap rupiah," ujar Lukman kepada NadiKabar.com.